Menu Utama

Gunakan Menu horisontal di atas untuk navigasi Menu Utama situs ini

Artikel Terkait:

Klik Juga Ini

Fans Club





Walk while you have the light!
I have been cold, I have been blind, You were sent to change my mind, I can put my faith in you. For something ordinary, It's so extraordinary, I trust, I put my faith in you. The light, it glitters. Your light, when I stand this close It's almost blinding. Turn it up, give me some room to grow. Turn it up, give me the sense to know. (Darren Hayes)
 
Google
 
Beranda arrow Blog Blog arrow Ternyata Pernah Ada Penjual Bunga Paling Ganteng
Ternyata Pernah Ada Penjual Bunga Paling Ganteng Print E-mail
 
Written by Putu Ebo, on 13-02-2008 19:25
Views 412    
Favoured 53

Seminggu menjelang sampai hari Valentine 10 tahun lalu (atau 11 tahun lalu), saya pernah iseng menjadi seorang penjual bunga. Saat itu saya masih mesebeng anak kuliahan. Idenya muncul ketika melihat berjibunnya pengunjung pada tiap toko bunga yang berjejer di seputaran Banjar Gemeh (Tempat ini memang terkenal sebagai pusat penjualan bunga di Denpasar). Semua pasti sudah tahu kalau pada saat-saat seperti ini harga bunga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi... Saya kepikir untuk mencoba sebuah tantangan baru untuk hidup saya...

Nah kebetulan saya punya teman yang bekerja sebagai pemasok karangan bunga untuk beberapa hotel di Kuta dan Nusa Dua dan saya tahu pasti bahwa bunga-bunga untuk hotel variasinya lebih banyak. Karena beliau teman, makanya saya bisa dapat harga jauh lebih murah daripada harga bunga di Gemeh pada situasi normal. Lumayan kalo dijual lagi dengan harga lebih murah dari standar, Bukan mo niat bisnis bunga serius.. namanya juga iseng, hanya sekadar ingin ikut merasakan kebahagiaan hari valentine (Saat itu ike jomlo loh). Lalu saya data semua bunga yang bakalan tetap segar pada tangga 14 Februari, lengkap dengan nama-nama latinnya, saya cari foto-fotonya kemudian saya buat sebuah katalog promosi jualan bunga lengkap dengan layanan hantar gratis untuk wilayah Denpasar. Katalog ini saya fotokopi dan sebar ke kampus-kampus.

Pancingan mengena, beberapa orang tertarik dengan jasa layanan saya yang hanya berumur sehari saja... Nah tepat pada tanggal 14 Februari saya berkeliling Denpasar menghantarkan pesanan-pesanan.. Beberapa diantaranya menjadi kenangan buat saya seumur hidup. Ini diantaranya...

  • Hantaran paling pagi. Saya ingat sebuah pesanan bunga yang musti sampai kepada target paling telat jam 4 pagi karena si target banyak yang naksir. Si pemesan ingin menjadi yang pertama, walaupun hanya satu kuntum bunga.
  • "Pak, Ayu (bukan nama sebenarnya) ada pak?" tanya saya pada seorang bapak yang sedang nyiram bunga di sebuah rumah. "Tidak ada! Kalaupun ada, Ayu tidak boleh diganggu!" Jawab bapak yang punya kumis melintang seperti tai itu dengan galak , padahal saya belum menjelaskan siapa saya. Tiba-tiba pintu terbuka, seorang gadis memunculkan kepalanya, "Bunga buat Ayu ya mas?". "Iya" Jawab saya... Lalu gadis itu berlari mendekati saya dengan wajah berseri-seri "Terimakasih, Ayu senang sekali.. pengirimnya siapa ya?" "Nggg, nggak ada tuh.. dia nggak mau nulisin nama, biarkan menjadi penggemar rahasia katanya". Duh pantes aja nggak tulis nama.. dengan Bapak yang sedemikian rupa. (Thanks to Erno yang dulu ikut nemenin pas kejadian ini...)
  • Sebenarnya saya melihat adegan ini secara tidak sengaja, ketika saya mengantarkan bunga di sebuah rumah pada malam hari (sesuai pesanan). Sebelum sampai pintu, mata saya sempat melirik jendela depan rumah tersebut. Saya melihat (ehm) sepasang pria dan Wanita yang sedang bergumul... seru pokoknya. Lalu saya berjalan menuju pintu dan mengetuknya. Tak lama pintu terbuka, seseorang  menemui saya yaitu si wanita yang bergumul tadi. "Mbak Ayu? (lagi, bukan nama sebenarnya, duh knapa musti Ayu..)", "Iya saya..." jawab wanita itu, sementara dari latar belakang si wanita, saya lihat si pria yang tadi jadi lawan bergumul menatap kami dari ruangan lain, dan pria itu bukanlah si pemesan bunga!. "Ini ada kiriman bunga dari Pak Anton (bukan nama sebenarnya)". Si wanita menerima bunga, kemudian cuma mengangguk lalu menutup pintu tanpa bilang terimakasih. Sejak itu saya hanya menduga-duga.. apakah tengah terjadi perselingkuhan atau si pemesan yang ngaku2 mau kirim bungan untuk sang pacar ternyata seorang wanita yang sudah punya pasangan, atau.. atau.. ah sudah.. bukan urusan saya...
  • Entah apa maunya si pemesan, saya mendapat pesanan untuk mengirim bunga pada seorang wanita yang ternyata pemilik toko bunga...


Tags:  valentine day bunga gemeh denpasar

Artikel Terkait:

Comments
Add NewSearchRSS
anima     | 203.84.138.xxx | 2008-02-13 19:13:28
huehuehuehe, itu yang lg bergumul kaga nahaaaaaaaan :))

bli Ebo matanya cepeng banget dah kl ngeliat yg begituan, hehe
devari     | 63.130.249.xxx | 2008-02-13 21:01:03
wakakak yg bergumul itu ada jilid duanya ga bli :)
viar     | 203.84.142.xxx | 2008-02-15 12:42:40
whauhuaa....anton mengirimi bunga buat wanita yg sedang 'bergumul'.... hihi
adi     | 202.81.52.xxx | 2008-02-16 08:02:07
terus sebenernya identitas si penjual bunga yg ganteng itu sapa ya? :)
Ivan     | 202.152.172.xxx | 2008-02-16 19:33:48
iya misteri judulnya kok gak di bahas???
tp pengalamannya seru tuh kayaknya. kapan coba ah.. ;))
Ebo - Halah...   | 202.146.236.xxx | 2008-02-18 11:58:53
@adi and ivan
'biarlah jadi misteri..' duh narcisku dimentahin lagi...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

Last update: 21-02-2008 00:36

Published in : Blog, Remember the Time
Quote this article in website Favoured Print Send to friend Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments (0)

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Related Items
home contact search contact search