| Written by Putu Ebo, on 27-02-2008 12:43 |
| Views |
1960  |
|
|
|
Pada akhir tahun lalu Pak Dwi Koendoro Br. kartunis senior Indonesia pencipta tokoh Panji Koming, Pailul dkk (Kompas Minggu) dan Legenda Sawungkampret menerbitkan sebuah buku 'Yuk, Bikin Komik Sambil ketawa'. Kalau anda pencinta komik tentu masih ingat juga buku-buku yang sejenis buatan artis Indonesia lainnya, seperti salah satunya buku Toni Masdiono, 14 jurus Membuat Komik yang pernah mengalami beberapa kali naik cetak pada dasawarsa yang lalu. Bisa jadi buku-buku ini menjawab kebutuhan para pemula komik dan kartun akan literatur-literatur 'how to draw' yang lebih beragam apalagi untuk pasar Indonesia di mana buku-buku kelompok ini dari para penulis lokal jumlahnya masih bisa dihitung jari. Model beginian memang bukan sesuatu yang baru di dunia seni kartun, karena setahu saya beberapa kartunis besar dunia pada akhirnya seaakan memiliki sebuah kewajiban, tepatnya panggilan hati untuk bagi-bagi ilmu dan pengalaman ke dalam sebuah buku selain kumpulan kompilasi karya dan buku biografi. Saya sendiri punya banyak buku tentang 'How to Draw Cartoon/Comic' dari beragam kartunis atau komikus dunia, isinya juga bisa dikatakan sejenis, memaparkan tentang dasar-dasar illustrasi sampai ke jurus estetika dalam kartun. Dari pelajaran menggambar dasar yang wajib: anatomi, perspektif, pencahayaan sampai ke jurus-jurus bertutur dalam story board. Semuanya sama tapi juga tidak sama. Karena tiap kartunis punya tehniknya masing-masing, kadang-kadang memiliki cara pandang yang berbeda dan yang terpenting goresan yang menjadi ciri khas tiap kartunis populer menyebabkan tiap buku menjadi berbeda secara signifikan. Itulah sebabnya saya suka mengkoleksi buku-buku seperti ini untuk menambah perbendaharaan tehnik. Saya selalu menemukan sesuatu yang baru dari tiap buku.
Pada awal tahun ini Pak Pramono R. Pramoedjo seperti tidak mau kalah, kartunis senior Indonesia pengisi kolom kartun editorial tetap media harian Sinar Harapan dan Suara Pembaharuan ini juga menerbitkan sebuah buku tentang Bagaimana menggambar karikatur. Buku Pak Pramono (Saya biasa memanggil beliau Pak Pram) ini adalah buku 'How to Draw Cartoon' yang lebih spesifik karena lebih banyak membahas tentang bagaimana menggambar wajah manusia secara karikatural. Yaitu, bagaimana mendistorsi gambar wajah manusia - istilah Pak Pram: dipletat pletotkan - kemudian diberi muatan lebih, melengkapi dengan tubuh kartun, gerak dan ekspresi yang sesuai untuk memperkuat karakter wajah karikatural yang dimaksud. Judul buku ini: Kiat Mudah Membuat Karikatur, (subjudul:) Panduan Ringan dan Praktis Menjadi Karikaturis Handal. Penerbit: Creativ Media Jakarta 2008 (ISBN: 978 - 979 -3250 - 33 - 5.
Buku Pak Pram ini saya kategorikan sebagai buku wajib yang harus dimiliki oleh para kartunis, pemula maupun profesional. Mengingat Buku-buku panduan untuk gambar karikatur (kartun wajah manusia) adalah tergolong langka, apalagi perlu dipertimbangan pada sebuah rasio bahwa hanya 1 dari 10 kartunis yang mampu mendistorsikan wajah. Maka bila anda kartunis yang telah atau mencoba untuk mendalami talenta karikatur wajah, maka selamat! anda termasuk dalam kelompok artis langka. Dan yeah.. It's worth it! Sekilas tentang Pramono R. Pramoedjo. Pembuat karikatur semua wajah presiden Indonesia dari pertama sampai SBY sejak 1967 di Harian Umum Sinar Harapan, Jakarta. Lahir di Magelang, belajar kartun secara atodidak dari komik serial "Petruk Gareng". Pengalaman secara akademis diperolehnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Jogja (Juga sempat juga [tersesat] kuliah Fak. Hukum di UGM 1961). Tokoh yang menggarap proyek pembuatam Monumen Nasional (Monas) dan Monumen Pahlawan Revolusi Lubang Buaya pada 1966. Tahun 2000 sebagai pimpinan wakil pemimpin redaksi Sinar Harapan, Sempat beberapa kali terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) yang berakhir pada tahun 2005. (Sejak 2005, ibukota Pakarti pindah ke Denpasar - Bali). Sekarang Pramono tinggal di Salatiga Jawa Tengah merintis sebuah galeri kartun dan proyek Museum Kartun Indonesia di Bali.
Galeri Foto Foto - Foto di bawah ini mungkin nggak ada kaitannya dengan artikel, karena di dalamnya ada Herbi dan Ebo, makanya kami tampilin di sini :P 
Putu Ebo dan kartunis senior Kompas, Pak Dwi Koen (Pak Dwi Koendoro Br.) di kantor majalah kartun Bali : BOG-BOG. Maret 2005.. uf aku masih gondrong tak beraturan
Herbi diapit 2 kartunis tulen: Pak GM Sudarta (Kartunis Kompas, Om Pasikom - pakai baju hitam2) dan Pramono R. Pramoedjo (kartunis abadi media harian umum Sinar Harapan). Foto diambil di Popo Danes Art Veranda, 27 November 2005. Tags: blog kartun karikatur resensi buku
Artikel Terkait:
Last update: 27-02-2008 13:06
|