Menu Utama

Gunakan Menu horisontal di atas untuk navigasi Menu Utama situs ini

Kategori Sesi Ini

Klik Juga Ini

Fans Club





Walk while you have the light!
Just give me the light, and start the show, pass another bottle of moe, Gal them in a my sight, and I got to know, Which one is going to catch my flow, Cause I'm in a the vibes, and I got my dough, Bust another bottle of moe, Girl them looking hype, and I got to know (Sean Paul - Just Give Me The Light)
 
Google
 
Beranda arrow Pos Tercecer
Pos Tercecer
Postingan dalam sesion ini adalah tulisan-tulisan lama di blog kami yang lama.. Beberapa diantaranya penuh kenangan. Jadi ada baiknya kami posting ulang.. sayang untuk tidak hadir kembali. Beberapa komen yang pernah ada juga kami sertakan.. Tanggal posting juga kami sesuaikan dengan masa postingan2 tersebut pernah ditulis.

Chiara Puspa Renata Print E-mail
Diary Ebo
Written by Putu Ebo   
Tuesday, 21 August 2007

Yang penting dalam postingan ini, mungkin pada kesimpulan pada paragraf terakhir… kalau malas ngebacanya, langsung saja scrol down…


Dokter Dewa Ketut Arika Seputra, SpoG meramalkan mustinya Gek Chiara lahir pada tanggal 5 Agustus 2007… Aku sadar, mustinya pada masa-masa tersebut tidak boleh melakukan kegiatan apapun. Mustinya jadi suami siaga. Tapi justru pada masa-masa tersebut aku malah (nekad) menyibukkan diri sebagai penyelenggara pameran kartun internasional yang melibatkan 2 negara, Australia dan Indonesia.. menandai sebuah langkah baik kerjasama antar dua negara bertetangga dalam bidang kartun untuk pertama kalinya (Apalagi sejak kasus the Dingoes). Mustinya aku menyempatkan diri untuk sekadar menulis dan memberitakan tentang rencana pameran tersebut beberapa bulan silam di blog ini. Tapi aku dan Herbi telah memutuskan untuk tidak menulis apapun dulu di blog sampai Gek Chiara lahir…. apalagi media-media lain telah pula menulisnya bukan? Kalau kalian beruntung mestinya kalian sempat baca wawancara diriku pada beberapa media. *ehm*


Herbi sendiri telah mengambil cuti sejak 1 Agustus 2007. Menurut perhitungan, cukup waktu untuk mempersiapkan segalanya. Tapi setelah ditunggu sampai lewat 2 minggu. Ramalan tersebut tidak kunjung terbukti. Herbi sendiri sempat berubah menjadi agak “stres”. Gimana tidak… tiap hari ada saja SMS yang menanyakan tentang “Gimana, keponakanku udah lahir belum?”. Bahkan ada beberapa SMS yang nekad mengucapkan “Selamat atas kelahiran putri anda”. Beberapa teman telah pula ada yang datang membawa bingkisan….


Setelah lewat dari masa ramalan… ada praduga Gek Chiara akan memilih lahir tanggal 17 Agutus, memilih pada hari kemerdekaan. Tapi tetap lewat juga. Dalam perhitungan kalender Bali, aku mustinya merayakan hari kelahiran 6 bulan (otonan) pada tanggal 18 Agustus 2007 kemaren.. Jangan-jangan Gek Chiara memilih masa otonan yang sama dengan Bapaknya.. Padahal menurut beberapa ramalan orang-orang Bali, tidak baik anak memiliki hari otonan yang sama dengan orangtuanya. Tapi bahkan sampai acara pameran kartun yang kami gelar usai pada tanggal 19 Agustus 2007 hari minggu kemaren, Gek Chiara belum juga menunjukkan keinginannya nongol di muka dunia ini. Herbi tetap bertahan ingin melahirkan secara normal, mengingat Pak dokter bilang, keadaan Chiara totally sehat, air ketuban masih utuh dan jernih dan tidak ada pengapuran sama sekali…


Dan Kejadiannya mulai tidak sama lagi sejak jam 2 pagi pada tanggal 20 Agustus 2007, tiba-tiba saja Herbi mengalami kontraksi beruntun.. tiap 5 menit. Kami tuggu sampai jam 4 pagi, kontraksi makin hebat, maka Kami pikir masanya telah tiba. Akhirnya kami berangkat ke Rumah Bersalin Puri Bunda pagi itu. Dan pada pemeriksaan pertama menunjukkan bahwa rahim Herbi telah membuka 1 cm. Sampai siang hari entah kenapa belum ada perubahan bukaan… Kontraksi tetap hebat tapi bukaannya hanya mengalami perubahan satu cm saja tiap 5 jam. Alhasil sampai malam kembali tiba… Herbi masih tetap terjaga menahan sakit kontraksi yang makin hebat. Setelah diadakan perangsangan induksi untuk mempercepat pembukaan rahim, ternyata tidak ada pengaruhnya sama sekali bagi Herbi. Malah rasa sakit makin hebat… Para suster mengatakan bahwa keadaan lambat biasanya hanya dialami sampai bukaan 4, setelah itu dari bukaan 4 sampai lengkap (10) intervalnya makin cepat. Tapi apa yang dikatakan oleh para suster tidak terbukti. Bahkan sampai hari berubah lagi menjadi pagi kemudian siang, tahap bukaan rahim Herbi tiba-tiba terhenti hanya sampai pada bukaan 7 dan tidak mengalami perubahan lagi selama 6 jam. Padahal rasa sakit telah mencapai titik yang menimbulkan suara teriakan-teriakan melengking dari Herbi. Pada saat itu, baru para dokter merasakan ada hal yang tidak beres terjadi… Ternyata ukuran bayi kami terlalu besar. Akhirnya dengan berat hati.. niat Herbi untuk melahirkan normal tidak bisa terlaksana - kami memutuskan mengambil tindakan operasi seksio sesaria.


Chiara tidak lahir pada otonan bapaknya, tapi dia malah memilih hari yang sama dengan otonan ibunya.


Melihat bagaimana istriku menahan sakit selama 40 jam, kelelahan, tidak tidur dalam suasana yang yang makin lama makin tidak nyaman.. dan ini adalah peristiwa pertama dalam hidupku.. mestinya semua pria di dunia pernah mengalami kejadian ini, agar tidak ada lagi keinginan untuk melecehkan para wanita dan betapa kalian akan lebih mencintai para ibu kalian. Jangan berada di luar ruangan dan uji kemampuanmu ketika sang istri meraung-meraung demi menghadirkan sebuah kehidupan baru untuk anda..


The day of Chiara


Pada tanggal 21 Agustus 2007 pukul 16.55 Wita, Putri kami I GUSTI AYU PUTU CHIARA PUSPA RENATA lahir dengan selamat, dengan berat 4,160 kg, panjang 52 cm..

 
Nama Sementara: CABI Print E-mail
Diary Herbi
Written by Herbi Rose Mery   
Sunday, 15 April 2007

Satu periode kehidupan telah Herbi lalui, menikah,…ya akhirnya aku memutuskan untuk menikah dengan Ebo setelah melewati masa pacaran 1 tahun. Dan sekarang aku telah memasuki satu episode hidup yang lain. Yap….I am pregnant. Kehamilan pertama ini membawa arti penting bagiku dan Ebo dan tentu saja hal ini mebuat kami berdua sangat bahagia. Apalagi kedatangan si CABI (calon bebi) benar2 tidak kami duga sebelumnya. Tuhan telah berbaik hati untuk langsung memberikan kami anugerah ini tidak lama setelah pernikahan kami. Dan sekarang si CABI telah berumur 6 bulan dan akam memasuki usia 7 bulan dalam hitungan beberapa hari lagi. Aku sangat bahagia Diluar segala hal2 yang agak tidak menyenangkan semasa kehamilan bulan pertama, aku tetap menganggap kehamilan ini sebagai suatu keajaiban dan aku bertekad dan berusaha untuk menjaganya sebaik yang aku bisa. Ya, mungkin aku sedikit berlebihan. Harap maklum ya….Ini kehamilan pertamaku dan aku benar2 berada di langit ketujuh karenanya. Selain aku dan Ebo, tentu saja semua keluarga Herbi merasa bahagia juga. Si CABI akan menjadi cucu pertama bagi Mama dan Papaku dan akan menjadi keponakan pertama buat Kelin, Puti dan Ecan. Bagi orangtua Ebo, CABI akan menjadi cucu kedua mereka. Oh ya…kalau semuanya lancar, si CABI diperkirakan akan lahir tanggl 6 Agustus 2007. Mohon doanya ya biar semuanya berjalan lancar.

Herbi mau berbagi cerita (dan biar CABI tahu juga) kalau semasa kehamilan Ibunya ini pernah ada satu cerita yang tidak menyenangkan dan membuat aku dan Ebo stres. Ceritanya begini. Setelah beberapa kali mencoba dokter kandungan guna mendapatkan yang terbaik, akhirnnya Herbi dan Ebo memutuskan untuk memakai Dokter A (nama sengaja disamarkan untuk tidak menimbulkan kesan menjatuhkan nama baik Dokter ini). Banyak rekomendasi bagus yang kami dapatkan tentang dokter A. Dan memang dokter A ini merupakan salah satu dokter kandungan yang terkenal di Bali dan praktek di sebuah RS Bersalin yang bonafide di kota Denpasar dengan pasien dari kalangan menengah ke atas dan kebetulan juga RS Bersalin tempat Dokter A praktek merupakan RS Bersalin yang bisa mengcover asuransi Herbi dari kantor. Jadi klop khan? Dokter A ini juga merupakan tim dokter untuk program bayi tabung di Bali. Sebagai tambahan, Dokter A ini beserta rumah sakitnya (dengar2 sih Dokter A ini salah satu pemegang saham di RS Bersalain tsb) sering mengadakan seminar tentang kehamilan dan persalinan dimana peserta yabng ikut selalu membludak (dan kami sudah tentu menjadi salah satunya) Jadi, tanpa ragu-ragu lagi, kami memutuskan untuk memakai dokter ini.

Beberapa kali pemeriksaan telah kami lalui dengan si Dokter A. Semua berjalan sempurna pada awalnya. Sampai akhirnya, cerita ini terjadi pada saat pemeriksaan CABI yang kali keempat, tepatnya pada Hari Selasa, tanggal 3 April 2007. Pada saat pemeriksaan ini, memang berat badanku naik cukup drastis dari 70 kg bulan sebelumnya dan mencapai 75 kg pada pemeriksaan waktu itu. Dan tensiku menunjukkan angka 140 (jauh dari biasanya yang berkisar 110-120). Aku sih yakin kalau tensiku naik karena malam sebelumnya aku begadang dan hanya tidur selama 3 jam. Dan keesokan paginya aku mesti berkutat dengan pekerjaan dan tugas kantor yang menumpuk. Belum lagi dengan banyaknya tugas sehari2 yang lain. Dan lagi pula, dari beberapa buku kehamilan yang Herbi baca, naik turunnya tensi pada ibu hamil merupakan sesuatu yang lazim. Sebenarnya Herbi tidak mengkhawatirkan hal ini. Tetapi ternyata si Dokter A berpendapat lain. Tanpa tedeng aling2 dan tanpa diagnosa lanjutan, dia langsung memutuskan kalau Herbi terkena Pre-eklampsia (keracunan kehamilan). Karena Herbi lumayan baca banyak buku kehamilan, Herbi tahu apa itu Pre-eklampsia, apa penyebabnya dan sefatal apa akibat yang bisa ditimbulkan bagi Ibu dan si bayi. Penyakit ini merupakan salah satu momok menakutkan bagi ibu hamil dan tentu saja membuat Herbi stres dan benar2 gak percaya. Si Dokter A menyarankan Herbi untuk mengurangi konsumsi garam dan daging2an. Tentu saja ini membuat Herbi heran karena sebelum dan selama kehamilan memang Herbi tidak pernah mengkonsumsi garam secara berlebihan bahkan garam yang Herbi konsumsi cenderung dibawah batas normal. Dan Herbi juga tidak terlalu mengkonsumsi daging secara berlebihan. Jadi, mana mungkin ini bisa terjadi? Dan seharusnya, dari buku yang aku baca, ada beberapa indikasi untuk memvonis seseorang terkena Pre-eklampsia selain dari pertambahan tensi dan berat badan. Dan sebenarnya hal yang paling penting yaitu adanya pembengkakan pada bagian tubuh seperti kaki, tangan dan muka. Dan Herbi tidak mengalami pembengkakan ini. And the most important thing is, si Dokter seharusnya melakukan tes urin atau setidaknya merekomendasikan hal ini untuk memastikan apakah ada protein dalam urin ini. Bodohnya, si Dokter A ini tidak melakukan tes urin ini sebagai diagnosa yang terpenting sebelum memastikan kalau Herbi terkena Pre-ekplamsia atau tidak. Dan seharusnya si Dokter A tidak boleh langsung memvonis Herbi seperti itu tanpa melakukan diagnosa lebih lanjut. Seharusnya si Dokter A bisa lebih mempertimbangkan sisi psikologis Herbi sebelum memutuskan. Apa dia tidak tahu kalau dianosa ngawur dia membuat Herbi syok dan stres dan tidak bisa tidur semalaman. Sebagai Dokter kandungan yang cukup terkenal seharusnya dia tahu dong…Herbi benar2 kecewa dan marah sama Dokter A ini dan berjanji Herbi tidak akan merekomendasikan dia sama siapapun. Takut saja kalau hal yang Herbi alami terjadi sama ibu hamil yang lain. Kasian kan.

Ok, singkat cerita, Herbi mendengarkan semua ocehan Dokter A itu dan menebus semua obat yang Herbi kasih. Gila, obat yang dia kasih banyak banget dan Herbi harus merogoh kocek hingga 300 ribu untuk menebusnya. Dan yang lebih parah lagi dan membuat jengkel, pada akhirnya Herbi tahu dari Kak Yeni, kakak sepupu Herbi, yang juga dokter kandungan di Jakarta di beberapa rumah sakit terkenal di Jakarta, kalau ternyata semua obat yang Dokter A kasih ke Herbi itu sama sekali tidak ada gunanya bagi kehamilan Herbi yang baru memasuki bulan ke 6 dan beberapa obat ternyata memiliki kasiat dan kandungan yang sama, cuman mereknya saja yang berbeda. Dan beberapa obat ternyata harus Herbi konsumsi setelah proses kelahiran. Sialan (dalam hati). Betapa komersialnya dan betapa “money minded”nya Dokter ini.

OK. Kembali ke topik tadi. Herbi pulang dengan perasaan galau. Setelah membaca semua buku dan memperoleh kesimpulan sendiri bahwa Herbi tidak mengidap penyakit ini, Herbi mencari second opinion dengan menelpon Kak Yeni. Dan benar saja. Kak Yeni pun menyayangkan semua informasi dan diagnosa yang Dokter A berikan. Dan memang, seharusnya Dokter A melakukan tes urin sebelum memvonis penyakit itu. Akhirnya dengan inisiatif dan anjuran dari Kak Yeni, Herbi melakukan tes urin lengkap di PRODIA keesokan harinya. Dan  seperti keyakinan Herbi semula, semua baik2 saja. Hasil urin yang Herbi terima semuanya menunjukan hasil yang negatif dan normal. Semua baik2 saja. Herbi langsung menelpon Kak Yeni, dan dia meyakinkan kalau aku baik2 saja. Kenaikan berat badan terjadi karena memang nafsu makanku yang rada menggila setelah mengalami proses mual dan muntah dibulan2 awal kehamilan. Tensi naik karena hal aku sebutkan sebelumnya dan juga merupakan hal yang lazim dalam kehamilan. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk mengganti doker buat CABI. Kebetulan Kak Yeni memiliki sahabat yang juga dokter kandungan di Bali. Kak Yeni bilang Dokter B ini sangat teliti dan kooperatif dan dia merupakan dokter terbaik dan terpandai di UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang dimana dia dan Kak Yeni merupakan satu angkatan. Memang sih harganya cukup mahal dibandingkan dokter kandungan yang lain tapi Herbi gak peduli. Bukannya mau sok kaya, tapi menurut Herbi dan Ebo, kesehatan Herbi dan CABI dan psikologis serta kenyamanan dalam menjalani kehamilan ini merupakan hal yang jauh lebih berharga daripada uang. Dan untungnya semua biaya dokter buat si CABI ditanggung asuransi kantor. Syukurlah….setidaknya masih ada sisi baiknya. Dan ternyata Dokter B ini merupakan dokter pertama yang Herbi kunjungi karena dekat dari rumah Ebo. Doker B juga praktek di RS Bersalin yang Herbi mau dan dia juga memiliki praktek RS Bersalin pribadi. Karena Kak Yeni yang memberikan rekomendasi, Herbi dan Ebo merasa jauh lebih nyaman untuk memilih Doker B ini. CABI, Herbi dan Ebo pun mengunjungi Dokter B ini hari Selasa tanggal 10 April 2007 dan menceritakan semua hal yang terjadi pada Dokter A. Dokter B melihat hasil urin Herbi dan memastikan kalau Herbi baik2 saja. Si CABI pun di USG dan semuanya normal dari ukuran berat dsb. Ah….jadi lega rasanya.

Itulah sekelumit cerita tidak menyenangkan selama aku hamil si CABI. Untungnya semua berakhir dengan melegakan. Mungkin cerita Herbi ini bisa dijadikan acuan dalam menentukan dokter kandungan. Ternyata, dokter terkenal dengan pasien yang bonafid dan dari rumah sakit bersalin yang bonafid juga bukanlah merupakan hal yang dapat dijadikan kepastian bahwa dokter itu bagus dan teliti. Terkadang tidak semua yang kita lihat seperti yang kita harapkan.

 


Tags:  chiara puspa renata Nama Sementara: CABI
Read more...
 
ISBN: 0761121323 Print E-mail
Diary Herbi
Written by Herbi Rose Mery   
Monday, 12 February 2007

Dari film layar lebar sampai film yang bakal diputar di teve, sebelum masa penayangan biasanya diputar versi trailer-nya terlebih dahulu. Trailer adalah film pendek yang berfungsi untuk memperkenalkan - tepatnya mempromosikan - film yang bakal diputar tersebut. Kalau penerbitan buku pun biasanya ada yang disebut sebagai sinopsis - ulasan singkat tentang isi buku, entah itu tampil sebagai resensi di majalah, koran, selebaran atau halaman sampul belakang buku tersebut. Semua kegiatan tersebut adalah usaha-usaha beriklan.

Bicara tentang iklan… Ada sebuah berita yang pingin banget Herbi dan Ebo ‘iklankan’ lewat blog ini untuk teman-teman dan keluarga kami di seluruh dunia, Tapi kami juga nggak pingin blak-blakan… Jadi postingan kali ini adalah kabar pemberitahuan yang butuh ditebak… Seperti yang kita ketahui bahwa blog bisa berfungsi sebagai pemberitahuan awal, nggak jauh beda dengan trailer. Jadi yang bakal kami preview adalah sebuah clue yang bakal terjadi dan yang sedang terjadi dalam hidup kami. Dulu ketika kami menikah.. kami pernah memberi sedikit petunjuk yang nggak blak-blakan karena kami pikir terlalu dini untuk diumumkan -takut nggak jadi- sampai akhirnya pada saat yang kami pikir tepat, kami benar-benar menampilkan undangan pernikahan kami secara resmi di blog ini . Sekarangpun kami menulis sedikit pemberitahuan tentang apa yang akan terjadi dan yang terencana dalam hidup kami dalam waktu dekat ini….

Herbi tampilkan beberapa preview. Tentang sebuah buku bagus… dan tentang peristiwa yang terkait dengan buku tersebut. Begini lengkapnya:

Preview pertama: Sebuah buku bagus biasanya direkomendasikan karena memiliki beberapa kelebihan, selain isi, cetakan bagus, bermutu tentu saja karena harga terjangkau. Salah satu karya Heidi Murkoff, Arlene Eisenberg dan Sandee Hathaway yang telah beberapa kali menerbitkan buku-buku sejenis di bawah bendera “Yayasan What to Expect” sangat Herbi rekomendasikan, karena ke-lengkapan data yang termuat di dalamnya, cerdas dan mudah dipahami. Buku ini terhitung yang paling laris di Amerika diantara buku sejenisnya. Buku apaan sih? Buku yang Herbi maksud beredar di Indonesia dengan ISBN: 97943144447 diterbitkan oleh ARCAN. Di Inggris beredar dengan ISBN: 0761121323. Hmmm…. Lebih detail cek nomor ISBN versi inggris tersebut di: isbn-check.com. Atau langsung cek angka-angka (hanya angka) tersebut di kotak search situs: www.amazon.com

Preview Kedua: Kami saat ini sedang rajin-rajinnya membaca buku tersebut.. Itulah sebabnya kami agak jarang nge-blog akhir-akhir ini… Bisa disimpulkan?…

 


Tags:  Pos Tercecer Diary Herbi ISBN: 0761121323
Read more...
 
CORT BASS Action series Print E-mail
Diary Ebo
Written by Putu Ebo   
Tuesday, 26 December 2006

Hari ini ada kejutan lagi dari Herbi…
Herbi membelikan aku sebuah equipment sangar….
Dum.. de.. Dum Dem

CORT BASS Action series

Cort Bass Action Series

Suaranya aku suka banget terutama buat lagu-lagu yang nge-groove dan acid. Neck nggak terlalu lebar, pas di tanganku dan body tidak terlalu berat. Aku tertarik dengan produk Cort ini (Aku ngucapinnya sebagai: Crot!) ketika penjajakan pertama kali, terutama pada tipe suara yang dihasilkan. Harganya.. terhitung murah banget, tipe low end gitu loh. Terus aku banding-bandingkan suaranya dengan Bass produk lain, seperti Ibanez, Equiphone sampai Yamaha yang harganya jauh lebih mahal.. masing-masing punya karakter suara masing-masing, tapi akhirnya tetep aku naskir suara unik dari Bass Cort ini - sesuai dengan kebutuhanku. Karena penasaran, aku sempat nanya si penjual , “Mas, kok murah amat?” Si penjual bilang “Yang lain impor, Cort ini produksi Indonesia”. Ooooooo, makanya lebih murah gitu… Aku teringat sama si Balawan , bahkan gitar dobelneck si dewa gitar ini-pun produk lokal, bahkan tanpa merk - belakangan diberi nama oleh si Balawan (kalo nggak salah) sebagai Step Halen. Ternyata produk lokal nggak kalah dengan produk luar negeri gitu.. Aku pernah bilang ke Herbi tentang seandainya aku bisa memiliki bass ini, aku bakal sangat bahagia (karena Herbi pernah menjanjikan aku sebuah gitar, gitar bass ato kibor, terserah yang mana - duh, istriku baik banget - suaminya aja yang nggak tau diri…).

Dan hari ini, Herbi dengan baik hati membelikan aku Cort BASS Action series tersebut berwarna hitam… pasti cocok aku mainkan sambil pakai kostum Darth Vader..

Ternyata Brand Cort sendiri memang brand Amerika, pusatnya di Amerika meskipun pabriknya ada di 2 negara: Korea dan Indonesia. Cort tetap disebut sabagai produk yang berasal dari Amerika.


Tags:  CORT BASS Action series
Read more...
 
Undangan Pawiwahan Print E-mail
Diary Herbi
Written by Herbi Rose Mery   
Tuesday, 19 September 2006

 

With Joyful Hearts

Putu Ebo and Herbi Rose Mery

Request the honour of your presence at our wedding day

Reception On Tuesday, 24 October 2006

Br. Subamia Kelong Tabanan - Bali (Click here for Map!)

 

Undangan Pernikahan

Photo2 di flickr oleh Anom Manik Agung


 

The Beginning

Semoga Tuhan memberikan berkah pada kita semua

Sulit untuk memulai semua cerita ini. Bagaimana awalnya sehingga akhirnya kami membuat sebuah keputusan yang akan menjadi sebuah awal kehidupan baru buat kami berdua. Kami belum tahu bagaimana kelanjutannya. Kami hanya berjalan pada keyakinan bahwa semua hal yang baik harus didahului oleh hal yang baik pula. Dan keputusan ini kami pandang sebagai sesuatu yang baik. Dan lewat restu keluarga dan kawan-kawan yang kami cintai, kami berharap segala hal yang baik akan selalu terjadi dalam kehidupan kami dan kita semua.

Kami tidak menduga sebelumnya, kita hanya menjalani dan terjadilah seperti yang telah diinginkan olehNya. Seperti sebuah skenario yang terjalin rapi, saat ini kami telah melewati beberapa sesi babak pertama dari sebuah roman kecil kehidupan dua anak manusia di dunia ini. Namun lewat kisah-kisah awal tersebut kami telah belajar banyak, lebih banyak dari yang kami kira. Baiklah, hal ini akan kami jadikan bekal untuk mengarungi kewajiban hidup seperti yang tertulis dalam kitab-kitab suci kami. Dan babak ini akan berlanjut pada babak berikutnya di mana kami percaya akan belajar lebih banyak untuk menjadi manusia dewasa seutuhnya.

Kami bertemu bukanlah suatu kebetulan. Dan cerita yang paling bisa kami sampaikan saat ini mungkin tentang kisah pertemuan kami. Tulisan ini adalah juga sebagai ucapan terimakasih kepada sahabat-sahabat terbaik kami yang telah menyediakan dirinya menjadi bagian dalam proses takdir ini. Mungkin tulisan ini cukup naif, karena kami yakin tidak bisa bercerita secara keseluruhan. Setiap orang yang telah pernah kami kenal bagaimanapun telah menjadi bagian dari kisah ini, bahkan skenario-skenario tersembunyi lainnya yang tidak pernah kami ketahui.

Pada awalnya kami berjumpa pada sebuah organisasi yang terlibat sepenuhnya dalam usaha kemanusiaan dan lingkungan hidup. Rotaract Club Denpasar. Kami berjumpa pertama kali pada tahun 2004. Dan awal hubungan kami terjadi karena keaktifan kami bersama-sama dalam organisasi tersebut. Jadi kepada siapa kami mengucapkan terimakasih terlebih dahulu? Pada pendiri organisasi ini? mungkin terlalu jauh. Paling tidak, kami ingin mengucapkan terimakasih setulusnya kepada seorang sahabat kami: Agung Adnyana yang berkenan mengundang kami untuk bergabung dalam organisasi ini. Demikian sekilas hubungan awal kami, kisah selanjutnya cukup panjang untuk diceritakan. Paling tidak, kami ingin bercerita bahwa kami yakin telah memulainya dengan baik, dari sebuah organisasi yang bertujuan baik. Dan seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, semoga kebaikan ini membukakan kami jalan lapang yang luas lagi untuk segala hal yang baik.

Namun di atas semua kisah kami di atas, ucapan terimakasih yang paling besar kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Berkah Sinar Suci yang telah membimbing setiap mahluk hidup. Guru yang telah membukakan rahasia alam semesta buat kami, orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kami, saudara-saudara dan sahabat-sahabat kami semua.

Undangan pernikahan ini kami beri tema: Kabar Burung, konsep ini kami angkat dari kisah-kisah fabel maupun kitab-kitab suci yang menyimbolkan burung sebagai lambang kebebasan dan serta konsep hubungan sosial dunia kekinian yang diterjemahkan sebagai lambang perdamaian. Memang benar ‘Kabar Burung’ pada beberapa literatur diartikan sebagai sebuah kiasan untuk ‘kisah yang belum tentu kebenarannya’, kami tidak bermaksud bermain-main dengan istilah ini apalagi dengan makna pernikahan kami. Karena bagaimanapun proses suci ini adalah simbol dari pernikahan yang sebenarnya yaitu pada saat bersatunya Sang Atman dengan Sang Brahman.

Sekali lagi, terimakasih dan penghargaan kami untuk semua orang yang bersedia datang ke acara pernikahan kami menyampaikan doa restunya. Terimakasih yang paling tak terhingga untuk seluruh warga Br. Subamia Kelong Tabanan dan warga Br. Taman Bedahulu Gianyar, tim panitia, para sahabat dan semua keluarga kami yang telah membantu kesuksesan acara kami sejak awal. Terimakasih!

Semoga Damai di Dunia!

 


Tags:  Pos Tercecer Diary Herbi Undangan Pawiwahan Pernikahan menikah nikah kawin
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 5 of 9
home contact search contact search