Chiara, putri pertama kami yang paling cantik pada bulan ini akan memasuki usia 5 bulan. Sampai saat ini Chiara masih mengkonsumsi ASI secara eksklusif dan akan terus demikian sampai Chiara mencapai usia 6 bulan - seperti yang disarankan oleh para dokter anak -. Kami cukup beruntung bisa menyiasati waktu. Para kerabat kami bahkan orangtua kami pada awalnya sempat meragukan niat kami, mengingat kami berdua adalah orang kantoran yang dibatasi oleh waktu... (sibuk? Nggak lah..!). Beruntunglah kemampuan Herbi memproduksi susu sampai saat ini cukup berlimpah. Kami kadang-kadang heran, ada beberapa orangtua yang juga mampu memberi susu tapi lebih memilih untuk memberikan susu formula pada bayinya. Percaya atau tidak, masih banyak orang-orang yang menganggap bahwa susu formula lebih baik daripada ASI. Kita patut menyalahkan bombardir iklan-iklan susu formula di televisi lebih gencar dibandingkan propaganda departemen kesehatan.
Bagaimana kami mengatur waktu? Begini.., pada bulan Oktober tahun lalu, saat Chiara berumur 2 bulan kami memtuskan untuk mencari kontrakan yang berjarak tidak jauh dari kantor Herbi. Akhirnya memang dapat sebuah rumah yang layak -- walaupun baru kami sadari pada bulan November tempat kami ada dalam wilayah rawan banjir. Tapi untunglah banjir terparah hanya sempat terjadi pada bulan November tersebut --. Artinya, cukup dekat jarak yang ditempuh Herbi untuk pulang menyusui pada jam istirahat siang yang hanya berdurasi 1 jam saja. Kemudian pada saat jam kerja, Herbi memanfaatkan saat-saat luang Herbi untuk memeras susu di kamar kecil kantor. Untuk itu Herbi selalu membawa beberapa botol susu yang kosong untuk menampungnya. Tentu saja jauh-jauh hari kami telah mempersiapkan sebuah mesin pendingin yang layak untuk menyimpan botol-botol berisi susu hasil perahan tersebut, yaitu sebuah kulkas yang tidak berbunga es, secara teori ASI bisa terjaga mutunya selama 3 bulan. Saat ini stok ASI dalam botol telah mencapai 30 botol yang masing-masing berisi sekitar 100ml. Untuk itu, kami juga menggaji seorang pengasuh untuk memberi ASI botol Chiara tiap Chiara membutuhkan. Untunglah Chiara mau bekerja sama, dia tidak pernah rewel menerima susu dari botol, nafsu minumnya juga makin lama makin 'menggila' - minimal tiap jam bisa habis 100ml - artinya: satu botol tiap jam. Makin lama stok juga makin menipis, Herbi harus lebih kerja keras memeras untuk mengimbanginya.
Tak terasa.. bulan depan adalah saat terakhir Chiara hanya minum ASI (saja). Sebisa mungkin, kami berusaha menciptakan Chiara sebagai bayi yang paling sempurna di dunia hue.. he.. he.. ASI eksklusif, vaksin terlengkap dan Menyimpan darah tali pusat! (oh ya.. habis ini kami akan bercerita tentang Darah Tali Pusat...). Bahkan sampai vaksin2 yang masuk kategori 'dianjurkan' sampai saat ini berusa kami penuhi (ada 2 jenis vaksin: 'diwajibkan' dan 'dianjurkan' menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia). Terimakasih pihak-pihak yang telah ngebantu Herbi untuk memperlancar tugas seorang Ibu... Semoga Chiara dapat tumbuh menjadi anak yang berguna seperti yang kami harapkan...
Kokok ayam bukan sekedar pertanda pagi, bahasa unggas ini juga mencitrakan anak-anak. Dalam bahasa kehidupan, hari esok adalah hari depan anak-anak. Pikiran sederhana inilah yang menggugah Taro untuk selalu dekat dengan anak-anak. Bahkan teater yang ia dirikan sejak tahun 1979 di beri nama “Teater Kukuruyuk “
Pocastella bisa jadi sebuah situs keluarga. anggotanya: Putu Ebo dan Gek Herbi yang punya profesi masing2 sbg tukang kartun dan imigrator (?). Plus putri yang cantik bernama Chiara. Isinya tulisan se-hari2 dan ulasan2 ringan. Nge-blog karena pingin ikut tren dan mem per kaya kabar tak ter percaya di alam maya.