Menu Utama

Gunakan Menu horisontal di atas untuk navigasi Menu Utama situs ini

Klik Juga Ini

Fans Club





Walk while you have the light!
Welcome to the light, Now everything is okay. Run thro' the light of night, You run to the light of day. (Yes - Run Through The Light)
 
Google
 
Beranda
Pertamina VS Pertamini
 
Written by Putu Ebo, on 28-01-2008 13:07
Views 526    
Favoured 54

Tiga bulan sudah kami sekeluarga tinggal di rumah kontrakan di seputaran Renon - Panjer. Tempat yang strategis buat saya, karena hampir segala kebutuhan sehari-hari bisa kami dapatkan dengan mudah dan cepat. Dari jasa internet, cd kosong, peralatan bayi, alat-alat listrik, bahan bangunan, sarapan cepat, babi guling, martabak, segala buat isi kulkas, tambal ban dan yang terpenting alat-alat menggambar.

Selama ini saya selalu mengamati para pedagang bensin eceran yang makin lama makin menjamur terutama dalam perjalanan saya dari rumah ke kantor. Padahal di ujung komplek perumahan tempat kami tinggal ada sebuah SPBU, dalam beberapa meter melewati SPBU itu sudah ada sekitar 10 pedagang bensin eceran berjejer berdekatan. Saya mikir... nekad juga mereka buka usaha bensin eceran dalam jarak yang nggak jauh dari SPBU. Yang bikin saya surprise, karena ada saja yang memilih untuk membeli bensin di penjual eceran, mengapa mereka melakukannya?

Kalau dihitung-hitung, beli bensin eceran lebih banyak resikonya dan ruginya. Pertama, harganya seliternya udah kena mark-up Rp.500 rupiah. Kedua, mereka menjual bensin dalam botol - kebanyakan botol bekas minuman keras - di mana takaran 1 liternya nggak bisa dipertanggung jawabkan. Ketiga, tidak ada jaminan kalau bensin yang terjual adalah murni walaupun mereka pasang papan: "Jual Bensin Murni".  

Akhirnya, pertanyaan itu saya jawab sendiri, karena pada akhirnya saya sempat beli eceran yang nggak jauh dari SPBU yang saya maksud. Sewaktu saya sadar bahwa bensin motor yang saya kendarai menunjukkan angka kritis saya bermaksud mengisi bensin di SPBU, saat itu saya terjepit waktu alias tergesa-gesa. Begitu menyadari bahwa antrean SPBU yang panjang saya memutuskan untuk mengisi eceran di mana saya nggak perlu ikut antre. Pada saat saya mengisi bensin, saya sempat memperhatikan botol-botol kosong yang ada di sana, sepertinya si pedagang sudah sempat menjual 10 botol di pagi hari - entah itu botol emang kosong atau sempat berisi. Pada saat itu ada sebuah motor yang juga menepi untuk membeli bensin eceran, saya sempat berkomentar "Malas antre di SPBU ya bli? rame banget emang". Trus Bli itu menjawab, "Saya kelewatan Pompa bensin, malas mutar balik, lagian jalannya satu arah" Oh, kelewatan karena melamun rupanya.

Secara aturan daerah, menjual bensin eceran dalam botol adalah ilegal di Denpasar. Saya ingat beberapa pemberitaan yang memuat tentang penertiban para penjual eceran. Ada pro dan kontra setelah itu... Pemerintah menganggap bahwa menjual bensin eceran adalah mengganggu ketertiban dan kebersihan, berbahaya bagi masyarakat karena dapat menyebabkan kebakaran dan merugikan negara karena memancing pelanggaran dari mobil pengangkut BBM menurunkan muatan di pinggir jalan. Di pihak lain, banyak yang menyayangkan aturan tersebut tidak disertai solusi - menyangkut kesejahteraan rakyat miskin. Bagaimana dengan ketersedian SPBU, apakah jumlahnya sudah memadai dan bagaimana dengan kesiapan mereka untuk siap jasa selama 24 jam? Beberapa tindakan aparat juga dianggap tidak menusiawi karena mentertibkan tanpa peringatan dan main sita. Ah, saya ingat pernah bikin kartun tentang fenomena ini di sebuah koran:

Petrol Seller

Usaha penertiban berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang kebersihan dan fasilitas umum dan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang pendistribusian minyak dan gas ini - menurut saya - juga nggak terlalu berpengaruh saat ini. Konon sudah ada pembinaan dan sosialisasi tentang Perda ini secara rutin. Namun jumlah penjual bertambah satu tiap hari, pertamini alias penjual bensin eceran saat ini di denpasar tetap forever!

Ini tautan2 berita yang saya temukan, thanks google!:


Tags:  blog diary bensin SPBU renon panjer perda

Last update: 27-02-2008 14:49

Published in : Blog, diary nggak penting
Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
Tangram
 
Written by Putu Ebo, on 11-01-2008 18:38
Views 612    
Favoured 61

• Tangram adalah sebuah permainan puzzle dari China. Permainan ini cukup efektif untuk melatih otak dan bisa dimainkan oleh orang dewasa maupun anak-anak. Permainan Tangram memanfaatkan 7 potongan dari sebuah bidang bujursangkar seperti dalam gambar berikut ini:

tangram utuh

7 Potongan tersebut bila dipisah-pisah terdiri dari 2 segitiga besar, 1 setiga ukuran sedang, 2 segitiga kecil, satu jajaran genjang kecil dan satu bujursangkar kecil:

tangram terpisah-pisah

Bahan permainan ini bisa terbuat dari apa saja. Di beberapa toko mainan tersedia tangram yang terbuat dari plywood (tripleks), besi, plastik atau kertas. Sebenarnya andapun bisa membuatnya sendiri dengan meniru bagan di atas...

Permainan Tangram ada beberapa tingkat, dari yang paling mudah sampai yang tersulit.

Cara memainkan

Dalam paket tangram yang dibeli di toko biasanya disertakan sebuah buku kecil yang berisi beberapa teka-teki yang harus dipecahkan yaitu membentuk suatu bangun dwimatra dengan 7 potongan tangram tadi dan ke-7 potongan tersebut harus terpakai semua pada tiap teka-teki. Seperti contoh di bawah:

4 Contoh Teka-teki tangram:

teka-teki


Solusi dari contoh teka-teki di atas:

Jawaban Teka-teki

  • Kumpulan gambar Teka-teki bisa anda cari dengan bantuan images.google.com dengan mengetikkan kata kunci: Tangram.
  • Kamu bisa memainkan game ini secara online di situs pocastella, klik di sini .
  • Pingin pasang tangram ke dalam harddisk komputer? Silakan download beberapa alternatif software game tangram di situs tangram.ca

Tags:  blog permainan tangram puzzle china game fun

Last update: 27-02-2008 14:50

Published in : Blog, Permainan
Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
Investasi Biologis Keluarga
 
Written by Herbi Rose Mery, on 07-01-2008 18:50
Views 827    
Favoured 53

Apa Investasi Biologis Keluarga?
Ada yang pernah dengar tentang Penyimpanan Darah Tali Pusat?

Yap, sejak lama kami ingin menulis tentang Penyimpanan Darah Tali Pusat, Sewaktu Golda, Dental dan Saylows mengunjungi Chiara beberapa bulan lalu kami sempat cerita-cerita tentang darah tali pusat, nyatanya mereka juga baru tahu. Karena kami pikir informasi ini sangat penting dan perlu diketahui, makanya kami tulis sekarang...

Pada saat Herbi mengandung baru berusia beberapa bulan, ada sebuah seminar di Hotel Nikki atas prakarsa RS. Ibu dan Anak Puri Bunda - tempat Chiara lahir. Topik seminar ini cukup menarik minat Herbi dan Ebo untuk menghadirinya.. Ada 2 topik: Tentang persalinan tanpa rasa sakit dan Manfaat Penyimpanan Darah Tali Pusat. Topik terakhir ini yang paling menarik.

Diceritakan bahwa, biasanya dalam adat Bali tali pusar atau ari-ari biasanya dikubur dan diupacarai. Sebenarnya untuk diketahui, ketika bayi baru saja lahir - sebelum ari-ari dikubur, darah yang berada dalam tali pusat bisa ditampung dan disimpan karena memiliki manfaat yang luar biasa.  Dalam seminar tersebut disampaikan bahwa sejak 1963 para peneliti di dunia kedokteran telah menemukan sel-sel induk dalam darah tali pusat ternyata dapat dipakai si bayi dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sel-sel induk ini dalam proses pembentukan bayi dalam kandungan adalah sel-sel yang kemudian membentuk berbagai macam organ, seperti menjadi tulang, jantung, paru-paru, otak dll. Pendeknya semua bagian janin bayi terbentuk dari sel-sel ini. Apabila manusia sakit, ada organ manusia yang rusak atau tak berfungsi bisa saja dipulihkan dengan obat-obatan. Tapi pada kenyataannya sampai saat ini belum semua penyakit ada obatnya. Jalan satu-satunya adalah membangun ulang organ tersebut dengan batuan sel-sel yang pernah membangun manusia pada saat masih dalam kandungan. Demikian yang kami tangkap - secara ilmunya, tentu saja kami tidak mengerti sepenuhnya...

Sayangnya, kita-kita para kelahiran jadul, ari-ari kita entah di mana.. Tapi untunglah pada era ini telah ada tekhnologi untuk menyimpan darah tali pusat. Ada beberapa instansi di dunia yang telah direstui badan kesehatan dunia untuk memiliki fasilitas penyimpanan darah tali pusat. Secara teori darah ini mampu tersimpan selama ratusan tahun dalam fasilitas canggih ini. Salah satunya di Indonesia: PT Cordlife Indonesia, yang resmi berdiri 30 September 2007 (Menurut Kompas - 14 Oktober 2007), tanggal setelah Chiara lahir. Kami memutuskan untuk bergabung sebagai salah satu pelanggan bank Darah Tali Pusat tersebut beberapa bulan sebelum Cordlife resmi di Indonesia. Pada awalnya, kami terdaftar sebagai klien Cordlife Singapura, tapi untunglah begitu kami mengetahui Cordlife akhirnya berdiri di Indonesia, kontrak pendaftaran di Singapura boleh dibatalkan untuk dialihkan pada kontrak baru di Indonesia. Biaya pendaftaran dan biaya tahunannya jadi jauh lebih murah...

Saat ini ada 80 jenis penyakit yang sulit disembuhkan terbukti bisa disembuhkan dengan bantuan darah tali pusat. Diantaranya:  leukemia, keropos tulang (osteoporosis), kanker, thalasemia, diabetes melitus, sakit jantung, lupus, stroke, kerusakan syaraf dll. Masih ada ratusan bahkan ribuan jenis penyakit di luar jenis penyakit yang telah dibuktikan yang mungkin bisa disembuhkan, namun saat ini belum bisa dibuktikan karena belum ada kasus. Maklum, tekhnologi ini masih sangat baru..

Untuk diketahui.. darah tali pusat ini bisa juga dipakai oleh saudara kandung dan orangtuanya. Bila pada si anak pemilik darah terebut manfaatnya adalah 100 persen, maka saudara kandungnya memiliki kans sampai 75 persen untuk mendapatkan manfaat dari sel darah tersebut. Sementara orangtuanya memiliki kans 50 persen, bahkan kakek neneknya bisa juga memanfaatkan dengan kemungkinan hanya sampai 25 persen saja. Seperti sebuah cerita yang disampaikan dalam seminar yang kami ikuti tersebut: Ada seorang ibu di Singapura yang memiliki anak yang menderita leukimia dan diperkirakan hidupnya tidak akan sampai 20 tahun. Ketika Ibu ini mendengar tentang fasilitas dan manfaat penyimpanan sel darah pusat tersedia di Singapura, ia berusaha untuk punya anak lagi. Pada saat anaknya lahir.. ia memberikan sel darah pusat anak bayi ini untuk dimanfaatkan kakaknya yang leukimia tersebut. Dan sejak saat itu sampai sekarang si kakak bayi tersebut telah sembuh total dari penyakitnya.

Kami saat ini belum tahu berapa orang Indonesia yang telah memanfaatkan fasilitas bank darah tali pusat ini. Tapi di Bali, kami mungkin bisa sombong (dikit)... Chiara adalah anak pertama yang berasal dari pasangan lokal yang menyimpan darah tali pusatnya. Kami nggak bisa mengklaim sebagai orang pertama di Bali, karena sudah pernah ada yang menyimpan darah tali pusat dari Bali - dan mereka adalah pasangan expatriat. He.. he.. he

Walaupun kami menyimpan darah tali pusat, karena kami melihat manfaatnya. Tapi kami berdoa untuk tidak pernah memakai darah tersebut... Kami cuma pingin semoga hidup ini lancar-lancar ajah...

Oh ya... saat ini PT Cordlife Indonesia sedang gencar berpromosi, sedikitnya kami ikut mempromosikan mereka juga di blog ini. Maka dari itu, kalau kebetulan anda adalah orang yang berminat untuk ikut memanfaatkan fasilitas ini karena mendapatkan informasi dari blog ini, bolehlah sekiranya kami direferensikan sebagai orang yang mengenalkan Cordlife kepada anda. Karena Dengan mereferensikan orang lain untuk bergabung, kami akan mendapatkan keringanan untuk membayar biaya tahunan. Katakan anda mendapat informasi ini dari: Herbi Rose Mery di Bali... Makasih ya...

Berikut ini link cordlife dan link-link situs dan berita terkait dengan artikel ini:


Tags:  blog chiara Investasi Biologis Keluarga cordlife Darah Tali Pusat puri bunda singapura

Last update: 30-01-2008 22:09

Published in : Blog, I Love You Chiara
Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Results 10 - 12 of 19

Here We Are...

Pocastella bisa jadi sebuah situs keluarga. anggotanya: Putu Ebo dan Gek Herbi yang punya profesi masing2 sbg tukang kartun dan imigrator (?). Plus putri yang cantik bernama Chiara. Isinya tulisan se-hari2 dan ulasan2 ringan. Nge-blog karena pingin ikut tren dan mem per kaya kabar tak ter percaya di alam maya.

Baliblogger.org

Komentar2

Sindikasi


Feedburner

Kartun Ajah

Recent Readers

home contact search contact search