I have been cold, I have been blind, You were sent to change my mind, I can put my faith in you. For something ordinary, It's so extraordinary, I trust, I put my faith in you. The light, it glitters. Your light, when I stand this close It's almost blinding. Turn it up, give me some room to grow. Turn it up, give me the sense to know. (Darren Hayes)
Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang Buku Panduan Menjadi Karikaturis karya Pramono R. Pramoedjo . Maaf postingan ini memang tentang kartun tapi tidak ada gambarnya.. Gambar kartun tersedia pada postingan saya yang lain, coba saja klik menu blog kartun di atas...
Berbicara mengenai tehnik wajah kartun, beberapa tahun lalu saya pernah bikin postingan tentang 'Bagaimana mengkartunkan Wajah' pada blog versi saya yang lama yang kini hanya bisa nongol di archive.org. Niat saya murni bagi-bagi ilmu, apalagi pada saat sekarang sangat ditunjang dengan adanya blog.. Saya suka kalau di Indonesia banyak kartunis. Seakan saya percaya bahwa dunia akan diselamatkan oleh para kartunis -- maka saya butuh banyak "bala tentara". Saya coba cari postingan lama tersebut untuk memperkuat postingan tentang resensi buku Pak Pram sebelumnya, tapi sepertinya databasenya benar-benar ditelan bumi (baca postingan ini untuk mengetahui kenapa postingan saya hilang), bahkan tidak semua data saya ada di archive.org. Ini beberapa catatan tanya jawab yang tersisa dari hardis komputer saya yang berjudul "Pingin Menjadi Kartunis Wajah?":
Klik pada judul, untuk artikel ini secara lengkap...
Pada akhir tahun lalu Pak Dwi Koendoro Br. kartunis senior Indonesia pencipta tokoh Panji Koming, Pailul dkk (Kompas Minggu) dan Legenda Sawungkampret menerbitkan sebuah buku 'Yuk, Bikin Komik Sambil ketawa'. Kalau anda pencinta komik tentu masih ingat juga buku-buku yang sejenis buatan artis Indonesia lainnya, seperti salah satunya buku Toni Masdiono, 14 jurus Membuat Komik yang pernah mengalami beberapa kali naik cetak pada dasawarsa yang lalu. Bisa jadi buku-buku ini menjawab kebutuhan para pemula komik dan kartun akan literatur-literatur 'how to draw' yang lebih beragam apalagi untuk pasar Indonesia di mana buku-buku kelompok ini dari para penulis lokal jumlahnya masih bisa dihitung jari. Model beginian memang bukan sesuatu yang baru di dunia seni kartun, karena setahu saya beberapa kartunis besar dunia pada akhirnya seaakan memiliki sebuah kewajiban, tepatnya panggilan hati untuk bagi-bagi ilmu dan pengalaman ke dalam sebuah buku selain kumpulan kompilasi karya dan buku biografi. Saya sendiri punya banyak buku tentang 'How to Draw Cartoon/Comic' dari beragam kartunis atau komikus dunia, isinya juga bisa dikatakan sejenis, memaparkan tentang dasar-dasar illustrasi sampai ke jurus estetika dalam kartun. Dari pelajaran menggambar dasar yang wajib: anatomi, perspektif, pencahayaan sampai ke jurus-jurus bertutur dalam story board. Semuanya sama tapi juga tidak sama. Karena tiap kartunis punya tehniknya masing-masing, kadang-kadang memiliki cara pandang yang berbeda dan yang terpenting goresan yang menjadi ciri khas tiap kartunis populer menyebabkan tiap buku menjadi berbeda secara signifikan. Itulah sebabnya saya suka mengkoleksi buku-buku seperti ini untuk menambah perbendaharaan tehnik. Saya selalu menemukan sesuatu yang baru dari tiap buku.
Pada awal tahun ini Pak Pramono R. Pramoedjo seperti tidak mau kalah, kartunis senior Indonesia pengisi kolom kartun editorial tetap media harian Sinar Harapan dan Suara Pembaharuan ini juga menerbitkan sebuah buku tentang Bagaimana menggambar karikatur. Buku Pak Pramono (Saya biasa memanggil beliau Pak Pram) ini adalah buku 'How to Draw Cartoon' yang lebih spesifik karena lebih banyak membahas tentang bagaimana menggambar wajah manusia secara karikatural. Yaitu, bagaimana mendistorsi gambar wajah manusia - istilah Pak Pram: dipletat pletotkan - kemudian diberi muatan lebih, melengkapi dengan tubuh kartun, gerak dan ekspresi yang sesuai untuk memperkuat karakter wajah karikatural yang dimaksud. Judul buku ini: Kiat Mudah Membuat Karikatur, (subjudul:) Panduan Ringan dan Praktis Menjadi Karikaturis Handal. Penerbit: Creativ Media Jakarta 2008 (ISBN: 978 - 979 -3250 - 33 - 5.
Buku Pak Pram ini saya kategorikan sebagai buku wajib yang harus dimiliki oleh para kartunis, pemula maupun profesional. Mengingat Buku-buku panduan untuk gambar karikatur (kartun wajah manusia) adalah tergolong langka, apalagi perlu dipertimbangan pada sebuah rasio bahwa hanya 1 dari 10 kartunis yang mampu mendistorsikan wajah. Maka bila anda kartunis yang telah atau mencoba untuk mendalami talenta karikatur wajah, maka selamat! anda termasuk dalam kelompok artis langka. Dan yeah.. It's worth it!
Sekilas tentang Pramono R. Pramoedjo. Pembuat karikatur semua wajah presiden Indonesia dari pertama sampai SBY sejak 1967 di Harian Umum Sinar Harapan, Jakarta. Lahir di Magelang, belajar kartun secara atodidak dari komik serial "Petruk Gareng". Pengalaman secara akademis diperolehnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Jogja (Juga sempat juga [tersesat] kuliah Fak. Hukum di UGM 1961). Tokoh yang menggarap proyek pembuatam Monumen Nasional (Monas) dan Monumen Pahlawan Revolusi Lubang Buaya pada 1966. Tahun 2000 sebagai pimpinan wakil pemimpin redaksi Sinar Harapan, Sempat beberapa kali terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) yang berakhir pada tahun 2005. (Sejak 2005, ibukota Pakarti pindah ke Denpasar - Bali). Sekarang Pramono tinggal di Salatiga Jawa Tengah merintis sebuah galeri kartun dan proyek Museum Kartun Indonesia di Bali.
Sepertinya hari ini adalah hari besar untuk Chiara, putri kami yang makin lama makin menggemaskan...
Chiara tepat memasuki usia 6 bulan dan menurut para ahli anak, ia berada dalam usia keemasan yaitu saat yang tepat untuk memulai usaha stimulus otak dengan metode-metode masa kini yang telah teruji coba. Seperti salah satunya dengan metode Glenn Doman . Bahwa pada dasarnya perkembangan otak manusia berbeda dengan perkembangan sel tubuhnya. Kalau sel tubuh manusia cenderung tumbuh, otak mengalami perbedaan.. Konon ketika lahir bayi telah diberkati dengan 100 milyard sel otak yang pada awalnya tidak saling terhubung satu sama lain. Sejalan dengan waktu, sel-sel otak tersebut akan terhubung menciptakan sebuah kecerdasan... sel-sel yang tidak mengalami koneksi akan segera mati, jadi sayang banget kalau tidak bisa kita usahakan untuk dapat terhubung semua. Begitu sang anak mencapai usia 12 tahun.. otak manusia cenderung tidak berkembang lagi. Dengan metode stimulus yang tepat orangtua bisa mengaktifkan semua jaringan sel agar tak ada yang terbuang. Tentunya untuk hal ini telah banyak forum-forum diskusi yang membahas hal ini di luar sana. Googling saja... Kita sih mencoba untuk menjadi orangtua yang sebaik-baiknya untuk itu kami berterimakasih pada teman-teman yang menginformasikan hal ini dari awal sehingga apa-apa saja yang patut kami lakukan akan kami coba sebaiknya. Selain metode Glenn Doman, ada beberapa metode lainnya yang sepertinya sangat menarik untuk juga kami pelajari...
Kembali ke topik.... pas tanggal 21 bulan Februari 2008 ini - tepat bulan purnama lagi - Chiara untuk pertamakalinya akan mencicipi makanan pertamanya selain ASI. Seharian kemaren kami telah berburu di toko-toko bayi untuk menyiapkan segala perlengkapan makan, membeli buah-buahan yang diajurkan dan juga minta tolong Wayah (Kakeknya Chiara) untuk menyiapkan tepung beras merah bahan bubur langsung impor dari Tabanan lumbung padinya Bali - seperti saran Dokternya Chiara sebagai makanan pertama Chiara. Selain itu kami menyiapkan hal-hal lainnya yang tak kalah penting seperti: kamera dan camcorder! siap diflickr-kan!
Chiara saat ini sudah bisa duduk, mengoceh makin rame dam 2 gigi bawahnya nya udah tumbuh - kami sadari pada tanggal 3 februari beberapa minggu lalu karena Bundanya suka mengaduh karena nenennya kegigit -. Mohon dukungan untuk kelancaran, semoga semua baek-baek sajah....
Pocastella bisa jadi sebuah situs keluarga. anggotanya: Putu Ebo dan Gek Herbi yang punya profesi masing2 sbg tukang kartun dan imigrator (?). Plus putri yang cantik bernama Chiara. Isinya tulisan se-hari2 dan ulasan2 ringan. Nge-blog karena pingin ikut tren dan mem per kaya kabar tak ter percaya di alam maya.