|
Written by Herbi Rose Mery
|
|
Monday, 24 July 2006 |
|
Karena Ebo tidak sempat menulis, Herbi sempatkan mengabarkan sebuah kejadian… Hari kamis lalu, 20/07/06 merupakan hari yang tidak begitu baik buat Ebo.
Sebuah motor tiba-tiba saja memotong jalur dan berbelok bersamaan dengan masuknya Ebo ke jalan tersebut. Kontan keduanya bertabrakan dan menyebabkan Ebo terjatuh serta mengalami memar di bagian lutut kiri dan meninggalkan beberapa luka di bagian paha akibat bergesekan dengan aspal. Lampu depan motornya Ebo juga pecah dan banyak goresan dimotornya. Bukan keadaan motornya yang utama, tapi keadaan Ebo. Kejadiannya berlangsung sekitar jam 10 pagi di seputaran Jl. Kedondong (hanya berjarak sekitar 2 meter dari kantor Bog-bog — kantornya Ebo). Proses damai menjadi jalan keluar. Kedua belah pihak memutuskan untuk mengurus masalah masing-masing tanpa harus melibatkan polisi. Sial memang. Padahal Ebo berencana pergi ke rumah Krisna Pandawa di Tabanan untuk menginstal akses internet buat Iwan - kakaknya Krisna. Malang tak dapat ditolak dan untung pun tak dapat diraih.
Sekitar jam 11 pagi hari itu Ebo telpon Herbi dan mengabarkan kalau dia batal ke Tabanan karena kecelakaan. Kaget dan bingung. Itulah yang Herbi rasakan. Tapi Ebo berhasil meyakinkan Herbi kalau keadaannya baik-baik saja terlepas dari lututnya yang memar dan pahanya yang banyak tergores. Ebo bilang itu hanya tabrakan ringan. Dada, kepala dan bagian vital lainnya sama sekali tidak tersentuh. Tapi tetap saja Herbi khawatir karena pada kenyataannya Ebo tidak dapat memakai kaki sebelah kirinya untuk berjalan. Terpaksa sepanjang hari itu Ebo totally duduk manis di kursi dan tidak pergi kemana-mana. Bahkan untuk membuat kopi saja Ebo meminta bantuan Rizal — teman kantornya. Dan paling parah lagi Ebo terpaksa diet makan siang karena tidak bisa turun ke ruangan bawah tempat dia biasa makan siang. Tapi aku salut sama Ebo. Di dalam suasana seperti itu Ebo sempat menghasilkan sebuah olahan photoshop yang bagus banget :-) dan mengirimnya ke email Herbi (Sori nggak bisa kita posting, isinya prifasi amat).
Acara ke Tabanan terpaksa dibatalkan dan sebagai gantinya kita akan berkunjung ke Fisioterapi langganan Ebo untuk mengecek keadaan lutut dan kakinya karena kebetulan Aji dan Ibunya Ebo sedang berada di rumahnya Ebo yang di Tabanan untuk membantu persiapan upacara ngaben salah satu tetangga. Herbi berharap semoga semuanya baik-baik saja. Dengan tidak ikhlas aku terpaksa melanjutkan kegiatan di kantor dan menghitung setiap jam yang berbunyi. Teng jam 4 sore. Pulang kerumah terus cabut ke Bog-bog buat jemput Ebo.
Sekitar jam 5.30 kita tiba di tempat yang dituju. Sekitar 1 jam kita berada disana. Lutut Ebo disinari lampu selama 30 menit kemudian dipijat perlahan oleh sang dokter fisioterapis. Untung si Dokter bilang kalau memarnya tidak terlalu parah. Sehabis dipijit, lututnya Ebo diperban dengan perban yang elastis. Dan Ebo diharuskan kontrol lagi dua hari kedepan - berarti hari Sabtu di jam yang sama untuk memastikan apakah seluruh otot dan tulang di sekitar lutut bisa berfungsi normal kembali. Satu hal yang mengejutkan Herbi, ternyata jumlah uang yang mesti kita keluarkan diluar perkiraan. Sangat reasonable dibandingkan kalu kita mesti ke dokter tulang dan ahli penyakit dalam. Dan hasilnya juga langsung terlihat. Terbukti dengan Ebo yang bisa langsung menggerakkan kaki dan lutut dan berjalan. Ya, biarpun masih tertatih tapi at least ada hasilnya.
Pulang dari fisioterapi terus cari makan. Fuyung Hay dan bakwan sayur menjadi pilihan menu kali ini. Rumah makannya pun gak jauh dari rumahnya Ebo.
Sehabis makan, Herbi ngaterin Ebo pulang kerumah untuk beristirahat. Sekitar satu jam Herbi disana. Pulang karena waktu sudah malam dan juga udara dingin sekali. Herbi tinggalkan Ebo dirumah sendirian - tapi sebelumnya Ebo sudah menelpon Aji dan Ibu meminta agar mereka pulang cepat- yang sedang menonton Kuch Kuch Hota Hai yang merupakan film India favoritnya. Ya, at least Herbi tahu kalau Ebo tidak merasa kesepian.
Kejadian tersebut membuat suasana hati Herbi agak kacau dan pastinya sedih banget. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi tapi untunglah semuanya berjalan lancar. Cepat sembuh ya sayang..
Jum’at pagi Herbi sempetin telpon Ebo. Dia bilang kondisinya sudah jauh membaik. Teman-teman kantor Ebo, Gatot dan Igo tidak lupa menuliskan nama mereka di perban Ebo. Lucunya. Kekhawatiran semakin berkurang. Acara ngarmen kartun di hotel Alam Kulkul pun dapat juga dilakoni Ebo. Ya…I think he’s getting better.
Sabtu sore Herbi nganterin Ebo ke fisioterapi lagi buat ngecek keadaan lututnya Ebo. Dokter bilang semuanya baik-baik saja tapi memang kemampuan kerja ototnya belum sempurna benar. Karena itu Ebo diharuskan kontrol lagi hari ini (Senin, 24/07/06). Dokter bilang proses penyembuhannya bisa seminggu. Sabar ya sayang… semuanya pasti akan cepat berlalu dan ingat jangan terlalu banyak kegiatan dulu ya…
Respon postingan ini terdahulu : - dental , July 24th, 2006 at 1:31 pm
(again) pengalaman guru yang baik. cepet sembuh ‘Bo :berpelukan: - golda , July 24th, 2006 at 8:55 pm
pahanya Ebo kinclong yah :p pet sembuh Ebo.. biar bisa loncat2 lagi :D - alam , July 27th, 2006 at 6:27 pm
sabar aje men, mungkin lo lagi dicoba keep on going bro… - saylow , July 28th, 2006 at 3:27 pm
hore makan-makan!
|