Menu Utama

Gunakan Menu horisontal di atas untuk navigasi Menu Utama situs ini

Artikel Terkait:

Klik Juga Ini

Fans Club





Walk while you have the light!
Welcome to the light, Now everything is okay. Run thro' the light of night, You run to the light of day. (Yes - Run Through The Light)
 
Google
 
Beranda arrow Blog Blog arrow 10 Kaset Pertamaku
10 Kaset Pertamaku Print E-mail
 
Written by Putu Ebo, on 27-12-2007 14:29
Views 926    
Favoured 45

• Aku pingin cerita tentang 10 kaset pertama yang aku beli dari hasil tabungan sendiri. Maaf adik-adik, postingan ini tentang era jadul (baca: keemasan) 80'an. Yah... saya cukup beruntung pernah ngalamin masa yang paling indah ini, ketika sebuah kaset masih seharga 1500 rupiah saja.


BILLY IDOL, album Rebel Yell. Teman SDku: Chris Diono pernah meminjami aku sebuah kaset (Album kompilasi Heavy Metal volume.1 terbitan King's record). Rebel Yell adalah sebuah lagu yang tercantum pada side A pada kaset tersebut. Aku sangat suka dgn lagu ini, hal ini yang menyebabkan aku berusaha untuk membeli album yang punya nama sama dengan lagu ini: Rebel Yell, aku pingin dengar lagu-lagu lainnya. Yang menarik bagiku adalah pada logo Billy Idol, huruf BILLY berada di dalam teks IDOL, walaupun agak janggal dan nggak ngepas banget. Menurutku ada kesan dipaksakan untuk menambah tanda titik setelah tulisan BILLY karena kelebihan ruang pada typografi IDOL. Sebenarnya aku belum pernah tahu siapa Billy Idol, belum pernah membaca ulasan tentang tokoh ini sebelumnya, but he looks so cool di sampul album ini, aku suka kesan light gram dan warna Biru dan Merah pada sampul album ini, genjreng superman!. Pada akhirnya aku memang suka semua lagu dalam album ini.. terutama lagu Catch My Fall. Dan sampai sekarang aku ngefans dengan pemain gitarnya Billy Idol yang jenius: Steve Stevens - ia pantas dianggap ikon gitaris 80'an, kerasa banget ngewakilin masa tersebut: Gesekan gitar Rock dengan sentuhan synthesizer. Biasanya aku suka rocker bersuara tinggi.. tapi Billy Idol yang berusaha meniru suaranya Elvis Presley ini telah menambah perbendaharaan seleraku. Dan belakangan aku menggemari lagu-lagu dari Elvis Presley justru karena Billy Idol.


Deep Purple, album In Rock. Gara-gara salah beli. Akibat godaan sebuah poster keren sebuah grup bernama Def Leppard, aku pingin tahu seperti apa Def Leppard ini. Tapi sayang sewaktu pingin beli albumnya, aku lupa-lupa ingat nama band yang aku lihat dalam poster. Aku malah beli Deep Purple -- nama bandnya hampir mirip. Aku beli album In Rock ini dalam format kaset C-90 sehingga aku memperoleh 2 album dalam satu kaset. Pada sisi B kaset ini berisi album Fireballs.. milik Deep Purple juga. Kalau nggak salah 'diterbitkan' oleh King's Record. Ini adalah kali pertama aku mendengar Deep Purple... awalnya ada kesan suka dan tidak suka.. Aku suka dengan vokal tinggi beroktaf-oktaf milik Ian Gillan tapi aku merasa nggak nyaman dengan unsur keyboard hammond dalam semua lagu Deep Purple. Mungkin gara-gara aku terbiasa dengerin kibornya Van Hallen. Setelah beberapa tahun aku sadar kalau bagian yang paling (ter-)asyik dari Deep Purple justru pada suara kibornya yang khas -- Jon Lord gitu loh. Tapi bagian yang paling aku suka sejak awal dari Deep Purple adalah pada Bass-Line-nya. Dulu aku nggak tahu kalau Bass guitar boleh dimainkan 'berputar-putar'. Deep Purple-lah yang menyebabkan aku nggak pingin lagi jadi pemain Gitar dalam band tapi pingin jadi pemain Bass.


SADE, album Diamond Life. Sewaktu SD aku bukan penggemar JAZZ, maaf saja!. Ini gara-gara majalah HAI... Diberitakan dalam majalah HAI kalau ada seorang artis memulai debutnya dalam album Dimond Life bernama SADE (Bacanya: Syah-Dae). Majalah HAI nggak bilang kalau SADE itu penyanyi JAZZ atau sejenisnya. Ada banyak pujian untuk SADE dan album pertamanya... Terpengaruh oleh sinopsis panjang di majalah HAI, aku memutuskan membeli juga album yang 'dibajak' oleh Team record ini tanpa mencobanya terlebih dahulu. Begitu dengar lagu: Smooth Operator beberapa menit, aku nggak begitu suka dan memutuskan untuk tidak menyalakannya lagi.. tidak ada kesan rock apalagi kesan progressive, datar dan membosankan. Beberapa tahun kemudian... -- pas SMA -- aku iseng menyalakan kaset ini lagi, suaranya agak 'mbleyat-mbleyot' karena nyimpannya nggak baik... dan astaga betapa bodohnya ketika aku SD dulu... Ternyata semua lagu SADE di album ini bagus semua... entah kenapa kesan awalku begitu buruk. Tapi emang benar kata pepatah.. kalo selera itu juga mengalami evolusi. Pada masa SMA mood aku agak berubah terhadap musik, barangkali karena kebanyakan dengar musiknya Fariz RM, aku berbalik ngefans berat dengan SADE dan semua lagunya. Aku malah sempat beberapa kali memainkan lagu-lagunya di atas panggung bersama bandku.


Lionel Richie, album Can't Slow Down. Sebenarnya, nama album yang tertulis pada sampul kaset yang aku beli adalah: All Night Long, gambarnya sama. Setelah aku cek di internet mengenai album ini.. isi lagu sama dengan yang aku beli dulu. Cuma urutannya lagunya berbeda. Maklum aja.. 'kaset bajakan'.. mereka menyesuaikannya dengan lagu yang paling ngetrend pada masa itu: All Night Long.. Kalau dikasi nama sesuai dengan album aslinya Can't Slow Down mungkin takut nggak laku!. Aku lupa perusahaan kaset mana yang nge-bajak ni album. Kasetku ini sudah lama hilangnya... dipinjam seorang teman dan temanku itu meminjamkannya lagi pada temannya... dst. Menurutku, inilah album solo terbaik Lionel Richie. Lagu-lagunya mungkin banyak yang anda kenal: Penny Lover, Stuck on You, Hello, The Only One, All Night Long (All Night).. dan banyak lagi... Dari awal sampai kini aku memang tetap suka dengan Lionel Richie.. Agak surprise juga beberapa bulan lalu aku sempat nonton livenya yang terbaru pada sebuah acara miss pageant (aku lupa.. miss world, miss universe ato miss america...) masih dengan lagu-lagunya yang klasik.


The Beatles, album Rubber Soul. FYI, I'm the biggest fans of The Beatles from the first glance!. Orangtuaku yang ngenalin the Beatles sejak awal. Dan album Rubber Soul ini adalah album pertama yang aku beli sendiri. Penerbitnya aku lupa.. kalau nggak salah Pan Audio. Aku inget ngebeli album ini dalam format C-90, alhasil aku mendapatkan extra songs di luar lagu-lagu dari album Rubber Soul. Pada sisi B berisi lagu-lagu dari The Beatles album Revolver dan sedikit lagu dari album Yellow Submarine. Dan sejak awal, aku suka semua lagu-lagu di dalam kaset ini. Mungkin karena aku ngedengerin album Let It Be dan Abbey Road terlebih dahulu sebelum ngedengerin kaset ini, maka pada awalnya aku nggak tahu kalau The Beatles pernah bikin lagu-lagu berirama Rock'n Roll seperti lagu-lagunya Chuck Berry. Sejujurnya aku beli kaset ini secara acak. Pada rak toko kaset ada puluhan album-album The Beatles.. Aku mencadangkan dari tabunganku satu album The Beatles selain album Let it Be dan Abbey Road (aku sudah punya dari ortuku). Pilihanku jatuh pada album Rubber Soul ini semata-mata karena tampilan kovernya: Aku tertarik dengan font retro Rubber Soul pada sampul album ini, mengingatkanku pada kaset-kaset James Brown punya oomku dan juga foto The Beatles yang agak ter-distorsi.. kelihatan unik dan lucu.


Pink Floyd, album The Dark Side of The Moon. Aku membeli album ini lagi-lagi karena sebuah ulasan di majalah HAI tentang daftar band-band terkaya di dunia. Pink Floyd menduduki posisi pertama sebagai band yang paling banyak memperoleh kekayaan dari penjualan album, penjualan video musik, live dan juga merchandisenya. Tercatat pula bahwa album The Dark Side of the Moon sebagai album Pink Floyd yang paling laris. Berdasarkan artikel tadi, aku beli juga album ini. Pada awalnya aku cuma suka satu lagu di album ini: Money. sisanya: terlalu boring dan terlalu jazzy. Aku nggak ngerti bagian mana yang menyebabkan orang-orang di amerika mau beli album ini sehingga menyebabkan Pink Floyd jadi kaya raya. Aku kurang ngerti tentang unsur-unsur psychedelic yang ditawarkan dalam album ini. Kaset ini akhirnya cuma tersimpan dalam rak kasetku... sampai suatu ketika pas SMP aku mulai belajar main gitar dan beberapa teman yang aku ajak berlatih mengaku memperoleh ilham dari Pink Floyd. Aku penasaran.. aku coba lagi memutar kaset ini berulang-ulang dan juga album The Wall yang aku beli belakangan. So.. seperti biasa untuk beberapa hal aku butuh proses panjang untuk menyenangi sesuatu. Dan kini album ini adalah salah satu album yang paling aku senangi dan sering aku putar kembali, terutama buat menemani aku bekerja..


Various Artists, TOP of The POP. Okeh.. nggak banyak yang bisa aku ceritakan tentang kaset ini. Kover kaset yang anda lihat di sebelah ini bukan kover sebenarnya dari kaset yang aku beli dulu dan kini hilang. Tapi aku reka-reka.. kira-kira seperti inilah kaset yang aku beli dulu... Pada sampul ada gambar wanita yang sedang berdiri.. Nggak jelas tujuan si pendisain kaset memajang foto wanita pada sampul kaset ini. Seperti yang anda duga, kaset ini berisi lagu-lagu campuran yang ngetop jaman itu. Satu alasan yang menyebabkan aku membeli kaset ini.. Pada sisi A lagu pertama adalah lagu USA for Africa: We Are The World.. Dan awalnya aku nggak peduli dengan lagu-lagu lainnya.. eh, ternyata lagu-lagu lainnya bagus juga.. Ada beberapa lagu di kaset ini yang masih aku kenang sampai saat ini: One More Night (Phil Collins), Like a Virgin (Madonna) Do they know it's Christmas (Band AID) dsb. Beberapa lagu di dalam kaset diciptakan untuk memberikan bantuan kepada bangsa Ethiopia yang sedang mengalami bencana kelaparan berkepanjangan pada masa tersebut. Sementara itu kaset di Indonesia pada masa 80'an jarang dan mungkin tidak ada yang berlisensi original. Sehingga patut disayangkan pada akhirnya penjualan lagu-lagu seperti We are The World dan Do they know it's Christmas ini di Indonesia hanya menguntungkan si pembajak. Hal ini juga yang menyebabkan Bob Geldof yang memprakarsai pentas Live Aid menjadi berang dengan industri musik di Indonesia. Bila kalian ingat, pada masa itu adalah awal diperlakukannya undang-undang terhadap penjualan kaset di Indonesia.


Van Hallen, album 5150. Kalau nggak salah, di album ini pertama kali Van Hallen tampil dengan vokalis Sammy Hagar setelah David Lee Roth keluar dari Van Hallen. Album ini lebih banyak mengeksplorasi suatu sisi yang jarang ditemukan dalam album-album Van Hallen sebelumnya, romantisme, love ballad, to much kibor. Maksudnya, beda banget dengan jaman Van Hallen ketika masih bersama David yang menurut kesanku lebih garang. Tembang Why Can't This Be Love? pertama kali dengar di Radio dan seakan tidak percaya bahwa lagu ini dibawakan oleh Van Hallen. Tidak banyak berubah dalam segi musikalitas, tetap menampilkan Eddie Van Hallen dengan permainan gitarnya yang terkesan out of tempo dan dengan skill yang susah ditiru. Kesan berbeda mungkin karena pengaruh dari Sammy Hagar, vokalis bersuara ajaib yang awalnya lebih aku dengar ketika masih menjadi artis solo . Tidak butuh berpikir panjang untuk membeli album ini, karena sejak awal aku suka dengan band Van Hallen ini. Menurut penilaiannku, album ini adalah the best album of Van Hallen.


Various Artists, Original Soundtrack of Breakdance2 'Electric Boogaloo'. Ini jaman Tari kejang naik daun, di mana-mana para ABG membicarakan Breakdance. Musik breakdance, majalah dan buku breakdance, pernak-pernik breakdance, kompetisi brekdance di mana-mana dan juga film tentang breakdance. Film Breakdance2 ini sempat diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Sebagai salah seorang penggemar breakdance pada masa itu, tentu saja aku tidak melewatkan film ini. Tokoh-tokoh dalam film ini tetap dikenang bak pahlawan. Ozone, Turbo dan Kelly. Ketika itu juga kaset soundtrack film ini beredar. Ada beberapa lagu di album ini yang masih terkenang-kenang, iramanya sudah bisa ditebak banyak nampilin beat-beat drum elektrik yang bikin speaker bergetar-getar. Yang paling unik adalah lagu "din daa daa" oleh George Kranz -- Bisa bayangin nggak? lagu hip hop - konsepnya acapella tanpa lirik tapi menirukan suara drum. Kalo pingin dengerin, coba saja search George Kranz di SkreemR.com


Break Machine, album Street Dance. Uf, temanya breakdance lagi... 3-1-6-1-1-2-1-2-1-2-1-2-1, Nada yang dinyanyikan sambil bersiul ini sempat populer di kalangan breakdancer. Lagu yang dibawakan oleh grup Break Machine - udah dipastikan dari nama kelompok musisi ini emang berdedikasi membawakan lagu-lagu pengiring untuk tari kejang - Nggak banyak lagunya yang jadi hit, mungkin hanya satu - dua. Itupun biasanya ada di dalam album kompilasi. Seperti nada tadi, judulnya Breakdance Party dan ada lagi lagu yang lain seperti Street Dance. Agak susah juga di masa kini mencari tahu tentang grup ini di internet - kurang populer, apalagi mencari mp3nya yang free. Musiknya udah pasti khas breakdance music, tapi bukan nge-rap melainkan lagu-lagu indah pop funky. Kesan perkusi elektrik sangat kerasa pada tiap lagunya. Lagu-lagunya mirip karena beatnya sejenis. Kaset inipun aku beli karena pingin tahu lagu lainnya selain dua lagu yang aku sebut tadi.


Okeh.. itulah dia album-album kenangan dari hasil memecah celengan - album2 ini aku beli sekaligus ke-sepuluhnya. Dan aku masih ingat di mana membelinya: Di jalan Thamrin Denpasar, dulu dekat perempatan setelah Jalan Hasanudin sebelah kiri jalan depan puri Pemecutan ada sebuah toko kaset namanya Toko Wira. aku kelas 5 SD saat itu - 1985. Uf jadullll....

 


Tags:  Blog Remember the Time 10 Kaset Pertamaku Music The Beatles Billy Idol Deep Purple Sade Pink Floyd Van Halen Break Dance

Artikel Terkait:

Comments
Add NewSearchRSS
richoz - kaset dan cd pertama     | 222.124.55.xxx | 2007-12-27 15:16:33
kaset pertama beli dari tabungan sendiri:
the beatles volume 1
(rilisan bajakan team records)

kaset pertama bukan bajakan:
matt bianco
whose side are you on?

kaset video musik pertama:
queen
greatest flix

cd pertama (bukan bajakan):
pearl jam
ten

vcd musik pertama (bajakan):
alanis morissette
jagged little pill live

dvd musik pertama (bajakan):
woodstock 99

dvd musik pertama bukan bajakan:
keane
strangers
suryo   | 124.81.201.xxx | 2007-12-27 20:50:09
kaset pertama... metallica kill em all...... pokoke metallllllllll
asn - wew     | 202.152.172.xxx | 2008-01-05 23:40:19
ampun deh bo, smua kaset2 tadi aku liat di toko kaset pas masih TK huhuhu
era - Setuju tentang Sade   | 118.98.169.xxx | 2008-03-28 11:42:50
Ternyata kita punya kesamaan story ya ttg sade maupun fariz rm,.Dulu wkt masih kecil cuma kakakku yang sering ngenalin smooth operatornya Sade tp telingaku kadung suka dan ngefans banget ama Fariz Rm jadi Sade bagiku amat membosankan.Tapi seiring dengan waktu ternyata aku baru sadar Sade punya karakter vokal yang kuat dan lagu2nya enak juga ditelinga.kalo skr aku sih lagi suka ama Andrea Bocelli.
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved.

Last update: 29-02-2008 09:58

Published in : Blog, Remember the Time
Quote this article in website Favoured Print Send to friend Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments (0)

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev
home contact search contact search